Sunday, January 21, 2007

Sayonara Hiroshima

Tepat pukul 20.53, pesawat saya ): mendarat dengan mulus di Seta Eki.Usah sudah perjalanan yang melelahkan selama 7 jam dari Saijo Eki di timur Hiroshima. Saijo - Okayama, Okayama - Himeji, Himeji - Osaka - Kyoto.Terima kasih buat Wawan-san dan Angga-san yang menemani kunjungan sehari semalam saya.

Dulu saya pernah punya cita-cita, bahwa jika saya mendapat kesempatan pergi ke Jepang, saya harus melihat kota Hiroshima, satu diantara 2 kota yang pernah kejatuhan bom atom. Dan kemarin, niat itu menjadi kenyataan. Puas melihat A-bomb Dome dan pernak-perniknya, tibalah saat makan. Wawan dan Angga tak salah memilih Okonomiyaki sebagai makan siang utama setelah sebelumnya mencoba udong khas. Hiroshima. Hmmmm oishikatta ne .....

Perjalanan dilanjutkan ke pulau Miyajima, tempat gerbang merah Yokoso berdiri. Saking capeknya (maklum berangkat jam 5 pagi), saya tertidur di trem. Setelah itu, ferry menanti untuk membawa kami ke Pulau Miya (Miyajima).
Sebuah pulau yang indah, pantas raja Jepang jaman dulu suka bawa gundik2nya kemari. Puas berjalan, mata tak kuasa memandang kaki goreng nan nikmat. Jangan salah, kaki adalah oister alias tiram. Makanya saus tiram namanya menjadi kakiabura, bahan penyedap favorit saya, hehe. Sebenarnya masih banyak ikon wisata lain macam Hiroshima-jo, Hiroshima Peace Memorial Museum, Fudoin Shrine, dll. Tapi kaki dan badan sudah terasa berat. Apalagi hari sudah menjelang malam. Paling tidak, 2 ikon utama sudah terjamah.

Esoknya, surprise berlanjut. Ternyata Pak Wawan pinter masak. Kalau kemarin dulu saya pernah cobain terongnya Pak Huda dan santannya Pak Zul, hari ini saya cicipin sosisnya Pak Wawan. Jangan salah lagi, ini sosis beneran dan halal lagi. Hmmm.... Puncaknya, rambut saya dipangkas rapi. Jadi sampai dengan 6 bulan ini, kepala saya belum pernah dipegang sama Nihongjin. Kayaknya tinggal Pak Jarot dan Pak Andi yang masih gondes alias gondrong.

Mbak Wiwin, mohon maaf nggak bisa lanjut ke Kyushu. Padahal saat itu adalah saat terbaik saya karena tinggal naik local train. Tapi memang saya tidak terbiasa jika dadakan. Setiap perjalanan harus diplanning dan didiskusikan dengan calon tuan rumah. Apalagi bukan weekend dan masih banyak tugas di Kyushu. Jadi ngak asal surprise lalu ujug2 datang. Mungkin lain kali jika ada kesempatan baik. Terima kasih atas tawarannya.

Nova, sorry nggak sempat mampir. Ntar kalau persediaan lengkuas, daun salam dan terasi udah mau habis, barangkali saya sempatkan ke Kobe lagi, hehe.

Demikian, Sekali lagi terima kasih atas pelayanan prima Pak Wawan dan Mas Angga. Karadaga ittain deskedo, tanoshi katta, subarashi katta, shogoina..... Boku wa ureshi katta ne ..... Otsukare sama. Iro-iro osewani narita. Sayonara Miyajima. Shiga e itte kudasai ne ..... Ja, mata aimasho.

Buat kawan2 yang lain, saya juga pingin dolan ke tempat sampeyan. Tentu jika bersedia dan ada waktu kosong.

BTW, selamat Tahun Baru 1428 Hijriyah buat teman2 Muslim. Semoga tahun ini dilancarkan semua urusan. Amin.

Terima kasih.

No comments: